sebagian besar kalangan remaja di Indonesia pasti pernah
mengalami indah dan nikmatnya pacaran. nampaknya pada zaman sekarang ini,
pacaran menjadi tren yang terus meningkat dan saat yang tidak memiliki pacar
dianggap "ga laku". tak jarang muda-mudi ber "nongkrong"
ria di mall-mal hanya untuk sekedar makan atau nonton ke bioskop. gaya mereka
pun bermacam-macam ada yang berpegangan tangan, berpelukan dan bahkan ada yanag
lebih ekstrim yaitu berciuman. sungguh, sepertinya dunia ini serasa milik
mereka. tak jarang mereka pun berekspresi "ini" dan "itu"
untuk saling mengungkapkan rasa cinta, kasih dan sayang. begitulah realita yang
terjadi pada remaja Indonesia saat ini dan bahkan lebih memprihatinkan lagi,
perilaku-perilaku tersebut yang sudah jelas tidak dihalalkan oleh agama sudah
merambah ke kalangan anak-anak sekolah dasar (SD). kalau sudah begitu mau jadi
apa bangsa ini? hehe saya memiliki pendapat pribadi tentang mengapa pacaran
tidak diperbolehkan dalam agama, khususnya agama islam. hal tersebut sedang
saya alami sendiri. ya, jujur saja saya sedang berpacaran tetapi bedanya saya
berpacaran setelah menikah. pacar pertama saya adalah seseorang yang menjadi
suami saya sekarang. jujur saja ketika setelah menikah dan ada seseorang
ikhwan yang memegang tangan saya dengan penuh cinta, hati ini berdebar kencang
dan kaki sedikit bergetar (hal tersebut tidak saya ceritakan pada suami saya =
p) meskipun saya tetap berusaha menguasai diri dan mencoba merespon dengan
aktif. dan ternyata hal tersebut pun tidak hanya dialami oleh saya, tetapi
ketika saya memegang suami pun, ia terkejut dan berkata "tidak menyangka
ada akhwat yang memegang tangan saya" (padahal saya adalah istrinya = D).
saran, saya adalah pacar pertama dari suami saya (bener ga ya? = p) semakin hari,
semakin kita melalui hari-hari bersama meskipun saya sibuk kuliah dan suami
saya sibuk bekerja, "dosis" cintanya pun semakin tinggi
hehe.maksudnya, tidak hanya sekedar berpegangan tangan, bahkan hal yang lebih
dari itu pun sudah dicoba sebagaimana layaknya orang-orang pacaran. dan saya
tidak dapat membayangkan, bagaimana apabila hal-hal tersebut dialami oleh
orang-orang yang belum menikah? bukankah semuanya menjadi dosa dan bukan
menjadi ibadah? wallahualam. lain halnya ketika sudah menikah, ibarat kata kita
mau "jungkir balik" bersama pasangan kita, itu semua menjadi ibadah
dan insyaAllah bernilai pahala di mata Allah.sesungguhnya yang namanya pacaran
selalu membuat orang-orang "ketagihan". misalnya saja seseorang yang
sudah pacaran satu kali, ingin mencoba lagi untuk yang kesekian kalinya dangan
dalih belum menemukan orang yang cocok. apakah mencari pasangan itu harus
dicoba-coba dulu?. kawan, yakinlah Allah akan menemukan cinta sejatimu yang
sesungguhnya telah diridhai oleh Allah. "pria baik diciptakan untuk wanita
baik dan pria yang tidak baik diciptakan untuk wanita yang tidak
baik".ungkapan tersebut ada dalam al-qur'an. jadi jangan takut yaa .. ada
pria / wanita terbaik untukmu yang telah Allah ciptakan dan yang penting Allah
ridha karena mau kita berusaha bagaimana pun untuk mendapatkan orang yang kita
cintai tetapi apabila Allah tidak ridha, saya berani jamin, kedua hati itu
tidak akan dipertemukan. pacaran, selain tidak memberikan manfaat apa-apa dan
tidak bernilai dimata Allah, sesungguhnya ini sangat membuang-buang waktu
dengan hal yang tidak perlu. maksudnya, sebentar-sebentar ingin sms dan telfon
keberadaan si "doi" hehe. memang benar, bahwasannya hal itu semua
tidak dapat dibendung saat sayap-sayap cinta telah datang menghampiri. perasaan
cinta timbul begitu saja sehingga membuat kita ingin berpacaran, kasarnya kalau
kebanyakan remaja bilang adalah "jangan munafik deh" karena tak
jarang saudara-saudara kita yang berjilbab pun ada yang berpacaran meskipun
dengan dalih berpacaran islami. kawan, sesungguhnya berpacaran setelah menikah
lebih terasa sensasinya .. suer deh. sedang saya rasakan soalnya. karena dengan
berpacaran setelah menikah, apa yang kita lakukan dengan pasangan kita
insyaAllah menjadi nilai ibadah dimata Allah ... amiin ..dan lebih baik remaja-remaja
seperti kita ini (saya masih remaja ga ya? hehe) disibukkan saja dengan
kegiatan-kegiatan yang bermanfaat minimal untuk dirinya sendiri sehingga dapat
membawa keberkahan bagi dirinya. kawan, betapa berharganya dirimu, jangan
biarkan "tangan-tangan" yang tidak halal menyentuhmu (kecuali dalam
kondisi urgent) sebelum akad nikah diucapkan =) untukmu .. teman-temanku yang
sangat aku cintai karena Allah ... =) nb: insyaAllah, tulisan selanjutnya
tentang serba-serbi menikah sambil kuliah .. =)
by: Lury Meiriana
hehehee harus
belajar dari pengalaman teh lury :')
Tidak ada komentar:
Posting Komentar